-->
logo

‎REVITALISASI SURAU : Mengkaji Adat & Thariqat, Menempa Karakter, Akhlak & Adab.‎

Hot News

Hotline

‎REVITALISASI SURAU : Mengkaji Adat & Thariqat, Menempa Karakter, Akhlak & Adab.‎

‎Kamang Mudiak, SKJENIUS.COM.- MIIRIIIISS...... Memang. Menghadapi Kenyataan, semakin memudarnya peran surau di era digital ini. Fenomena "Surau Terpinggirkan" adalah realitas sosiologis saat ini di Ranah Minang. Dari pusat pendidikan karakter, musyawarah, dan pengembangan budaya, fungsinya menyusut menjadi sekadar tempat shalat (musala). Itupun hanya Kaum Tua yang masih mendatanginya.

‎Surau tak lagi mendapatkan peranan yang strategis dalam membentuk pribadi orang Minang, akibatnya Minangkabau pun tak dapat lagi mencetak tokoh-tokoh hebat yang mampu mempengaruhi opini masyarakat nasional. Padahal sejumlah tokoh Minang yang dikenal di kancah politik nasional, sebagian dari mereka adalah yang dulunya masih sempat mengecap bagaimana pembinaan yang dilakukan di surau.

‎Dalam masyarakat Minangkabau, surau atau masjid bukan sekadar tempat beribadah. Surau adalah pusat pendidikan karakter tertua yang melekat erat dengan budaya dan peradaban Islam  di Minangkabau. Berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, melainkan kawah candradimuka untuk Mengkaji Adat & Thariqat, Menempa Karakter, Akhlak & Adab.

‎Di surau, banyak kegiatan yang dilakukan, seperti basilek (silat tradisional Minangkabau). Surau juga menjadi tempat pertemuan-pertemuan penting untuk bermusyawarah. Ia berfungsi sebagai pusat pembentukan moral dan pendidikan. Banyak pemuda Minang tidak tidur di rumah orang tuanya, melainkan menjadikan surau sebagai tempat tinggal dan untuk belajar.

‎Lingkungan budaya inilah yang membentuk para Tokoh Minang sejak kecil. Kemudian, Beliau-beliau itu menempuh pendidikan formal Barat dan banyak membaca pemikiran dari luar. Namun, akar pemikiran para Tokoh Minang di masa lampau tidak pernah lepas dari tradisi surau: kritis, mandiri, dan tidak mudah tunduk.

‎Itulah sebabnya para Cendekiawan Minang tidak pernah menjadi intelektual yang nyaman di balik meja. Beliau adalah pemikir yang turun ke jalan, berpindah-pindah, dan siap menanggung risiko dari gagasannya. Surau memberinya fondasi, dunia memberinya tantangan, dan para Cendekiawan Minang menjadikan keduanya sebagai jalan perjuangan.

‎Setelah di tempa oleh tradisi surau dan lingkungan Minangkabau yang kuat dalam nilai adat serta keilmuan, Generasi Muda Minangkabau melangkah ke dunia pendidikan formal yang lebih luas. Kecerdasan mereka membawa Generasi Muda itu keluar dari kampung, menuju sekolah-sekolah yang pada masa itu hanya dapat diakses oleh segelintir pribumi.

‎Berangkat dari keprihatinan tersebut di atas, Dewa Kemakmuran Surau Suluak Inyiak Cubadak  berupaya mengembangkan Program Revitalisasi Peran Surau Sebagai Pusat Peradaban dan Pembinaan Umat. Ini mencakup pemulihan peran historis surau sebagai pusat pendidikan karakter, penyiaran dakwah, pelestarian budaya, dan ruang musyawarah masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan zaman.

‎PILAR UTAMA REVITALISASI SURAU INYIAK CUBADAK :

‎1. Pusat Kajian Thariqat : Surau menjadi institusi penting dalam menyebarkan ajaran tasawuf dan Thariqat, berfungsi ganda sebagai tempat ibadah, asrama jamaah (suluk), dan pusat bimbingan spiritual dari seorang Mursyid. 

‎Surau digunakan untuk tempat suluk (khalwat), zikir, kajian kitab kuning tasawuf, dan penyembuhan spiritual.

‎2. Pusat Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan surau ke dalam sistem pendidikan formal. Menjadikan surau sebagai ruang bimbingan mengaji, kajian kitab klasik, dan pembiasaan akhlak.

‎3. Ruang Kreatif Pemuda: Menggeser stigma surau yang kaku dengan menjadikannya pusat kegiatan positif berbasis komunitas. Contohnya meliputi ruang diskusi, pelatihan keterampilan, dan kegiatan seni budaya.

‎4. Kolaborasi Ulama, Adat, dan Pemerintah: Menyelaraskan kembali fungsi agama dan adat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk menguatkan legitimasi surau.

‎Peran aktif tokoh agama dan Adat serta dukungan masyarakat memperkuat fungsi surau sebagai pusat pembinaan akhlak. Dengan demikian, revitalisasi peran surau penting sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan modernisasi dan dekadensi moral di kalangan pemuda. (az)

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.