Ngeriiiiiih.....‼️🤭 Bagaimana Para Ekonom memperingatkan, tahun 2026 berpotensi menghadirkan krisis ekonomi terburuk dalam setengah abad terakhir.
Ancaman krisis global 2025-2026 didominasi oleh "Krisis 3F" (Food, Fuel, Finance)—pangan, energi, dan keuangan—akibat ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan tingginya inflasi. Resesi global berpotensi menurunkan produksi dan konsumsi. Dunia sedang menuju stagflasi. Gabungan dari inflasi tinggi dan resesi yang disebutnya belum terlihat sejak dekade 1970-an.
Karuan saja ancaman krisis ekonomi global ini membuat banyak orang cemas dan gelisah. Pasalnya, kondisi ekonomi di Indonesia pun saat ini sedang suram. Cari uang sulit. Daya beli makin terjepit. Sementara biaya hidup terus melangit. Tiap belanja, dompet menjerit. Parahnya lagi, utang riba tambah melilit.
Indonesia menghadapi risiko perlambatan ekonomi, penurunan investasi, serta peningkatan inflasi, menuntut kesiapsiagaan menghadapi ketidakpastian tinggi.
Dalam kondisi sulit yang mencemaskan akibat ketidakpastian perekonomian dunia saat ini, dibutuhkan kemampuan membangun spiritualitas, relasi yang harmonis dengan Allah, sesama manusia, dan alam. Berjuang bersama, hadapi ancaman krisis global ini.
Mereka yang memiliki Kekuatan Spiritual, Insya Allah mampu berbuat benar dan akan lebih tegar menghadapi masalah seperti sengkarut ekonomi yang melanda dunia termasuk Indonesia saat ini.
Ketegaran seorang yang mengenal nilai-nilai spiritual sebagai penghayat, reflek pertama pasti dengan kejernihan batin introspeksi, mawas diri apa sebab gonjang-ganjing ekonomi global ini, semua kejadian tentang masalah apapun tentu kehendak Allah Yang Maha Esa, seperti tsunami, gempa bumi, perang Rusia-Ukraina, Gejolak Timur Tengah, termasuk ancaman resesi global saat ini.
Simultan dengan itu adalah menata batin, menghadapkan jiwa dan raga kepada Rabb Yang Maha Kuasa mohon ampunan-Nya dan mohon bimbingan petunjuk dalam kecerdasan spiritual jawaban tentang masalah, "Apakah ini hanya peristiwa carut-marut ekonomi alami semata, atau jagad gedhe dan jagad cilik tidak harmoni lagi, apabila itu yang terjadi, ketidakharmonisan jagad cilik dan jagad gedhe tentu ada peringatan (pepeling) dari Sang Pencipta?"
Maka dari itu, Transformasi Spiritualitas Nusantara Berbasiskan Qur’an dan Sunnah Menjadi Solusi Bangsa Menyikapi Ancaman Krisis Global ini. Transformasi ini bukan kembali ke masa lalu secara buta, melainkan merajut kearifan masa lalu dengan tantangan zaman modern.
Transformasi spiritualitas Nusantara menawarkan pendekatan holistik yang berakar pada kearifan lokal (local wisdom) sebagai solusi konkret atas berbagai krisis global, mulai dari krisis ekologis, krisis makna hidup, hingga krisis sosial. Spiritualitas ini menekankan pada Iman kepada Allah Yang Maha Esa yang diwujudkan melalui praktik kehidupan sehari-hari yang harmonis antara manusia, alam, dan Pencipta.
RELEVANSI SPIRITUALITAS NUSANTARA DALAM KRISIS GLOBAL:
1. Ketahanan Sosial dan Kebersamaan,
2. Solusi Krisis Ekologis (Spiritualitas Ekologis),
3. Mengatasi Dekadensi Moral.
BENTUK TRANSFORMASI SPIRITUALITAS:
1. Perpaduan Nilai Luhur dan Modernitas,
2. Internalisasi dalam Pendidikan,
3. Hijrah Ekologis dan Audit Spiritual,
KARAKTERISTIK SPIRITUAL NUSANTARA:
1. Holistik (Menyeluruh),
2. Koneksi dengan Alam,
3. Kecerdasan Spiritual dan Emosional.
Transformasi ini krusial untuk menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pengikut arus globalisasi, tetapi sebagai bangsa yang berkontribusi dalam peradaban global yang berkeadaban.(az)



