-->
logo

KEKUATAN IMAN : Niat Ingsun Sebagai Pendorong Pemulihan Ekonomi Indonesia

Hot News

Hotline

KEKUATAN IMAN : Niat Ingsun Sebagai Pendorong Pemulihan Ekonomi Indonesia

SKJENIUS.COM, Jakarta.— Pemerintah Jokowi mendapat tantangan berat di tengah prahara corona. Pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal III (Juli-September) 2020 menjadi penentu perekonomian Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 sudah anjlok minus 5,32%. Ekonomi Indonesia pun terancam resesi jika pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia kembali minus. 


Oleh karena itu, Jokowi perlu mengambil langkah berani untuk merombak kabinet demi memunculkan harapan baru bagi masyarakat. Pasalnya, sebaik apapun recovery yang dilakukan pemerintah di tengah pandemi saat ini, jika para menteri hanya bekerja setengah hati atau biasa saja, akan sulit bagi pemerintah keluar dari krisis.


Sehubungan dengan hal tersebut di atas, agar ekonomi RI tidak mengalami kontraksi di kuartal III mendatang dan selamat dari jurang resesi, saya mengajak pemerintah untuk mengatasi pandemik ini secara Holistik dengan memadukan Kecerdasan Intelektual dan Kekuatan Spiritual. Pasalnya, prahara corona ini bukan sekadar wabah biasa, namun pandemi virus ini adalah Ayat-ayat Allah yang tersebar di muka bumi. Pikiran manusia bisa salah dalam membacanya jika hanya memakai cara analitik reduksionistik. 


Oleh sebab itu, diperlukan Paradigma Ilahiyah (cara berpikir yang sesuai petunjuk Allah dan Sunnah) di dalam pemecahan masalah-masalah yang ada di tengah Prahara Covid-19 ini. Dalam menghadapi Virus Corona dan segala dampaknya kita memerlukan kemampuan intuisi efektif. Maka, kita perlu mengembangkan cara berfikir holistik. Dari pandangan tersebut Paradigma Ilahiyah berupaya untuk mencari tahu, apa Hikmah yang ingin disampaikan Allah melalui prahara corona ini?


“Allah menganugerahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”(QS. Al-Baqarah : 269).


Mentafakkuri Kembali Pembukaan UUD 45


Menurut saya, satu diantara Al-Hikmah yang ingin disampaikan adalah berupa Surat Cinta agar dalam situasi Social Distancing, saat Stay at Home kita berkesempatan untuk Mentafakkuri sejenak Pembukaan UUD 45 yang antara lain berbunyi:


"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."


"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umummencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” 


Bila kita hayati dengan seksama, maka dapatlah kita pahami bahwa para Founding Fathers   dan para Syuhada yang Berjihad untuk Kemerdekaan, menyadari sepenuhnya bahwa  berkat Rahmat Allah dan didorong oleh keinginan luhur, yang membuat para Syuhada rela mengorbankan Jiwa, Raga dan Harta dalam Jihad fi Sabilillah untuk mengusir para penjajah dari Bumi Nusantara. Sehingga, akhirnya rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.


Empati Pada Penderitaan Rakyat Jelata 


Keinginan Yang Luhur itu lahir dari Empati terhadap jeritan rakyat kecil yang Menderita Lahir Batin akibat ulah penjajah Belanda yang sewenang-wenang. Inilah yang disebut Niat Ingsun, sebuah energi di dalam batin yang dapat mengonsolidasikan berbagai kekuatan 

yang ada di sekitar dirinya. 


Niat Ingsun adalah penentu kualitas sebuah ibadah bahkan dengan niat baik kegiatan sehari-hari yang notabenenya mubah bisa mendapatkan bonus pahala layaknya ibadah. Sabda Nabi SAW, “Innamal a’maalu bin niyyah” (Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niat). Sehingga pada akhirnya, hanya pejuang yang punya niat ingsun (niat yang teguh dan tekad yang besar) saja yang bertahan dan tetap Istiqamah dalam Jihad fi Sabilillah. Sisanya akan tergerus seleksi alam.


Karena itu, di tengah merebaknya wabah Covid-19 dan ancaman krisis ekonomi ini, marilah kita jadikan Niat Ingsun sebagai Spirit pendorong dalam upaya  memajukan kesejahteraan umat dan mencapai Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Keberadaan Nilai Iman dan Keinginan Luhur dalam prilaku Politik dan Ekonomi Manusia inilah yang kemudian membuat aktivitas politik dan perekonomian menjadi sangat bertolak-belakang, antara Sistem Demokrasi Pancasila dan konvensional (Barat- Kapitalis).


Maka, sudah saatnya kita berbenah menuju Indonesia Berkah di bawah naungan penerapan Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan didorong Keiinginan Luhur untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga Allah Memberi Kemudahan kepada kita untuk Mewujudkan Toto Tentrem Kerto Raharjo Gemah Ripah Loh Jinawi. Baldhatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur. (az).



This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.