Dalam terminologi Thariqat Naqsyabandiyah, Tawajuh berarti “menghadapkan diri dan membulatkan hati kepada Allah SWT”. Seluruh jiwa, raga, dan aktivitas mukmin yang sedang bertawajuh haruslah tertuju kepada Allah SWT
Tawajuh merupakan konsekuensi dari pengakuan iman atau syahadat “Tiada Tuhan selain Allah”. Dengan ungkapan lain, pengakuan ini mengharuskan aspek uluhiyyah (ketuhanan) dan ‘ubudiyyah (peribadatan)-nya hanya tertuju kepada Allah SWT semata. Setiap kali shalat ia berikrar: “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.”
Tawajuh (menghadapkan diri kepada Allah SWT) terjadi dalam Zikir Sirri. Zikir Sirri dilakukan dengan menundukkan kepala dalam-dalam, arahkan ke titik lathifah qalbi di bawah susu kiri, memejamkan mata, mengatupkan bibir (kalau perlu lidah pun dilipat ke langit-langit atas agar tak ikut bergetar), lalu rasakan asma Allah menelusup masuk ke qalbu.
Apabila sebelumnya telah melakukan Zikir Jahri dengan tepat maka pada saat Zikir Sirri diqalbu akan ada rasa:
1. Rasa terbakar, kehangatan yang menjalar dari api cinta dan rindu kepada Allah SWT.
2. Rasa tenggelam, terhanyut dalam lautan rahmat Allah SWT, terengkuh dalam pelukan qudratNya dan tertimang dalam buaian iradatNya.
3. Rasa terguncang, terguncangnya jiwa dan raga oleh getaran qalbu yang berzikir mengingat Allah (QS. Al-Anfal 8:2).
4. Puncaknya adalah air mata kebahagiaan yang mengalir dari taman taqwa di dalam qalbu.
Burung terbang dengan dua sayap…
Ruh melayang dengan dua zikir: jahri dan sirri
“Orang yang berangkat menuju Rabb mendapatkan petunjuk melalui cahaya tawajjuh (menghadap), sementara orang yang telah sampai kepada-Nya memiliki cahaya muwājahah (saling berhadapan).”
Cahaya Tawajjuh meliputi ‘amal dan mu‘āmalah, sedangkan cahaya muwājahah meliputi segala hal yang datang dari hakikat wushūl, ketika hamba telah sampai kepada-Nya.
Tawajjuh adalah sistem yang dipraktikkan dalam tasawuf untuk transmisi energi spiritual dari hati ke hati dari seorang Guru ke muridnya. Lataif-e-Sitta adalah bentuk paling umum dari energi spiritual yang ditransmisikan. (az)



