Sobat-sobatku, hanya dalam bilangan hari saja, kita akan bertemu dengan bulan Ramadan 1447 H. Bulan yang kita nanti penuh kerinduan. Lama sudah kita menunggu.
Adzan maghrib yang ditunggu. Suara tadarus yang menyejukkan kalbu. Duhai Ramadhan, Aku rindu mendekapmu kembali.
Ramadhan, bulan suci penuh berkah (ziyadatul khair), rahmat, dan maghfirah (ampunan). Allah melipatgandakan pahala amal ibadah, membuka pintu taubat, serta memberikan kesempatan meraih takwa.
Dia mengetuk pintu jiwa yang telah lama terbelenggu oleh kelalaian, mengajak setiap insan kembali kepada fitrah, kembali merasakan nikmatnya sujud yang penuh ketundukan, kembali merasakan manisnya air mata yang mengalir karena rindu kepada Allah.
Sobat-sobatku ada 7 Nikmat yang Sangat Kurindukan dalam Ramadhan. Nikmat yang tak akan kita temui di bulan-bulan lainnya. Pantaslah ada sebuah Hadits Dhaif yang menyebutkan,
“Seandainya umatku mengetahui keutamaan di bulan Ramadhan, maka sungguh mereka akan berharap setahun penuh Ramadhan.” (HR Ibnu Khuzaimah).
7 NIKMAT YANG AKU RINDU DALAM RAMADHAN itu adalah sebagai berikut:
1. Nikmat Shaum (Puasa),
2. I'tikaf Bercengkrama dengan Allah.
3. Jumpa Lailatul Qadar
4. Dahsyatnya Zikir dikala Perut Kosong,
5. Meningkatkan Derajat Kesehatan,
6. Rezeki Datang dari Segala Arah,
7. Bahagia Saat Berbuka Bersama Keluarga.
Nikmat Shaum itu tiada tara. Makan Sahurnya Nikmat. Nikmat Berbuka.....Bertambah lagi.. Ibadah pun terasa lebih khusyu'. Do'a-do'a yang dilangitkan cepat terkabul. Tadarus Qur'an Menggetarkan Jiwa. Hati Semakin Tentram.
Ia bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ibadah komprehensif yang menyentuh dimensi spiritual, fisik, dan sosial manusia.
I'tikaf Bercengkrama dengan Allah. Dalam sunyi I'tikaf Ramadhan kita bertransformasi diri. Melakukan perubahan fundamental dan peningkatan kualitas spiritual secara terus-menerus, melampaui ritual biasa, dengan fokus pada perenungan (kontemplasi) seraya mendekatkan diri kepada Allah. Bercengkrama dengan-Nya dalam Zikir.
Jumpa Lailatul Qadar. Ketika Ramadhan mencapai selikur (21 hari). Pintu Langit pun terbuka semakin lebar. Saat itulah perjumpaan kita dengan Lailatul Qadar makin dekat.
Semoga Allah Meridhai, saat kita sedang Qiyamul Lail (shalat malam) di Masjid, air mata menetes memohon ampunan, dan saat itu bertepatan dengan turunnya Lailatul Qadar. Nilai ibadah kita malam itu lebih baik dari beribadah selama 1.000 bulan (83 tahun).
Dahsyatnya Zikir dikala Perut Kosong. Saat perut kosong ketika puasa adalah momentum terbaik untuk Zikir. Tidak hanya itu saja, berzikir di bulan puasa bisa mendapatkan lebih banyak energi positif karena di sekeliling kita banyak yang fokus beribadah dan berbuat baik.
Dengan demikian Zikir menciptakan energi positif dan harmonis di sekitar kita. Makanya Zikir dapat membantu kita untuk menjaga suasana hati yang menyenangkan dan merasa bahagia.
Guru Mursyid kita, Allahyarham H. Permana Sasrarogawa menjelaskan, Berzikir ketika berpuasa membuat pikiran lebih mudah fokus. Zikir dengan kondisi perut kosong akan semakin lebih baik.
Saat Anda lapar, pikiran Anda mencapai keadaan waspada karena naluri evolusioner, dan Berzikir ketika indra Anda tajam dan terfokus membantu Anda terhubung lebih baik dengan diri Anda yang lebih dalam dan pada puncaknya, merasakan kehadiran Allah dalam Qalbu (Manunggaling Kawulo Gusti).
Puasa itu Meningkatkan Derajat Kesehatan. "Shumu Tashihhu" (Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat) , diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Bahkan, secara medis puasa terbukti menyehatkan - seperti mengontrol kolesterol dan gula darah.
Indahnya Ramadhan memang tiada tara. Nikmatnya puasa meliputi kebahagiaan spiritual dan fisik, mulai dari ketenangan jiwa, disiplin diri, hingga kesehatan tubuh. (az)



