Yups.......! Uang mereka yang berpuasa telah pindah tangan pada 10 hari terakhir Ramadhan ke kantong para CUKONG, antara lain pemilik Matahari, Ramayana, Yogya Dept. Store, Dealer Mobil, Indomart, Alfamart, Bandar Daging, Produsen Kain Sarung, Grosir Beras, dll.
Miiriiiiis... ......!! Siapa yan puasa, tapi entah siapa yang jadi yang menikmati. Sementara kaum Muslim, seusai lebaran, pusing mikirin utang, pontang panting lagi jadi kuli korporat agar bisa ngangsur cicilan kredit. Ada juga yang "banting tulang" di Pasar ngejar uang buat nutupin modal yang ke makan.
Jadi, problem Utama Umat Islam hari ini, bukan saja Sulit dalam memperbaiki kondisi ekonominya, namun sebagian besar masih BOROS dan tidak punya rencana keuangan yang baik. Buktinya, selama Ramadhan, bukannya mereka BERHEMAT, justru yang terjadi adalah peningkatan Konsumsi dan bertambah besarnya belanja Dapur. Akhirnya, Umat Islam yang berpuasa, Kaum Non Muslim yang menikmati dampaknya secara keuangan. Pasalnya Omzet Usaha mereka Meningkat 30-50 persen di sepuluh terakhir Ramadhan.
Padahal, Hikmah terbesar dari Puasa Ramadhan dalam Konteks Ekonomi adalah tumbuhya KESADARAN untuk Hidup Hemat dan Cermat dalam Mengelola Keuangan. Pola hidup hemat akan menjadikan Anda pribadi yang lebih matang dalam berfikir dan lebih berhati-hati dalam bertindak atau mengambil keputusan. Pola hidup hemat akan mengajarkan Anda untuk lebih bijak dalam mengatur serta mengelola keuangan. Selagi kita tidak bisa mengelola uang dengan baik, jangan harap meningkatkan kualitas hidup.
Uang seringkali menjadi sumber masalah yang bisa menimbulkan masalah besar. Tentu saja ini terjadi karena hampir seluruh kegiatan yang kita lakukan dalam hidup ini membutuhkan uang. Melihat betapa pentingnya uang dalam hidup kita, menyebabkan kita merasa bahwa kita tidak akan bisa hidup tanpa uang.
Padahal, sekeras apapun Ana berusaha mengumpulkan uang, Anda tidak akan bisa lepas dari masalah kekurangan uang jika Anda tidak memahami bahwa Anda harus merencananaka dan mengelola (Manajemen) keuangan dengan benar.
Untuk itu, perlu Anda Sadari bahwa Jiwanya Manajemen (the soul of management) adalah Manajemen Jiwa (Management of Soul). Yaa. Inti dari Manajemen adalah KENDALI DIRI. Inilah Hikmah Puasa yang seharusnya kita dapat dalam Puasa Ramadhan. Saat berpuasa mengharuskan seseorang untuk mengendalikan nafsunya, seperti lapar dan dahaga.
Namun, tidak jarang jika banyak pemicu yang membuat seseorang ingin makan, minum, bahkan membuat emosinya meledak-ledak. Dengan demikian perlu adanya kendali atau kontrol dari orang tersebut.
Pengendalian diri terkait dengan bagaimana seseorang mengendalikan emosi serta dorongan HAWA NAFSU dalam dirinya. Hawa berarti keinginan (desire). Sedangkan nafsu berarti diri (ego). Dengan demikian puasa dalam arti MENGENDALIKAN berarti Mengendalikan diri dari dorongan hawa nafsu (ego).
Di sinilah kita ketemukan urgensi puasa. Karena betapa banyak destruksi yang terjadi dalam hidup manusia disebabkan oleh kegagalan manusia itu sendiri dalam mengendalikan hawa nafsunya. Jadi Melalui PUASA, kita Melatih Diri Untuk mengendalikan berbagai Gejolak dan Tuntutan Nafsu tersebut.
Dengan mempunyai Kendali Diri, maka kita dapat mengatur Skala Prioritas penggunaan Uang kita. Mana yang Untuk memperbesar Modal, menabung, kebutuhan rumah tangga dan investasi. Kebiasaan Mengatur Keuangan Pribadi, Insya Allah Bisa Bikin Masa Depan Cerah. Selamat menata ulang keuangan Anda. Semoga sukses selalu sobatku. (az).



