Alhamdulillah........Puji Syukur.🙏 Sampai detik ini kita masih bernafas. Namun sadarkah kita bahwa selama ini Kita bernapas tanpa banyak berpikir. Padahal ini adalah aspek penting dan sering diabaikan dari kesehatan dan kesejahteraan kita.
Bernapas secara sadar dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan fisik, mental, emosional serta meningkatkan kesehatan dan kecerdasan otak kita.
Dari sekian banyak Kekuatan yang diberikan Allah pada manusia, maka Nafas adalah Energy Terkuat yang ada dalam diri kita. Nafas adalah Energi Vital (Elan Vital), kekuatan kreatif hipotetis yang mendorong evolusi dan pertumbuhan organisme.
Perspektif Leluhur Nusantara telah lama menganggap napas sebagai manifestasi energi vital yang bersemayam di dalam tubuh. Lagipula, kehidupan dimulai dengan menghirup napas dan berakhir dengan menghembuskan napas. Dan semua yang ada di antaranya dimungkinkan berkat napas.
Paparan ini menjelaskan tentang
OLAH NAFAS NUSANTARA: Teknik Pernapasan untuk Kesadaran, Kesehatan, Relaksasi dan Meningkatkan Kecerdasan Otak.
Tujuannya adalah mencapai Kesadaran Sejati menggunakan metode “Olah Nafas Nusantara”. Metode ini menggunakan pernapasan, yaitu menghirup dan menghembuskan napas, seperti yang biasa kita lakukan. Metode ini terdiri dari tiga langkah penting, yaitu:
1. Bernapas dengan tenang,
2. Bernapas dalam-dalam, dan
3. Bernapas dengan lembut.
Kunci keberhasilan metode ini adalah penerapan yang konsisten (istiqamah) dan latihan secara simultan. “Olah Nafas Nusantara ” harus dilakukan melalui tujuh langkah dan tahapan berurutan, yaitu:
1. Bernapas dengan kesadaran, 2. Melihat dengan kesadaran,
3. Merasakan dengan kesadaran, 4. Bergerak dengan kesadaran,
5. Berjalan dengan kesadaran,
6. Berbicara dengan kesadaran, 7. Hadir dengan kesadaran.
Kontribusi yang diharapkan dari metode ini adalah memberikan masyarakat, khususnya komunitas Muslim, teknik yang mudah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, metode ini-jika diterapkan dengan benar-akan menghasilkan tubuh yang sehat, pikiran yang murni, jiwa yang tenang, dan hati yang damai.
Saat Anda menghirup udara, udara mengalir melalui hidung dan mulut, kemudian melewati faring, laring, trakea, bronkus, dan tabung-tabung yang semakin kecil yang disebut bronkiolus (yang setebal sehelai rambut) menuju 600 juta kantung kecil di paru-paru yang disebut alveoli. Setiap alveolus dikelilingi oleh jaringan kapiler kecil, tempat sel darah merah melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen (proses yang disebut "pertukaran gas").
Sobat-Sobat-sobatku.....Perasaan datang dan pergi seperti awan di langit yang berangin. Napas adalah jangkar kita. Jembatan antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Ketika kita menyelaraskan napas dengan gerakan, bahkan postur paling sederhana pun menjadi Zikir, jalan kembali kepada diri kita sendiri.
Mungkin sekali waktu kita menyadari bahwa kita menjalani hari dengan menahan napas tanpa menyadarinya, hampir seperti melawan arus kehidupan. Tetapi ketika kita berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan menghembuskannya, sesuatu berubah dan terbuka.
Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk meluangkan beberapa saat hari ini untuk kembali pada napas kita dan merasakan apa yang selaras.
Oleh karena itu, peran pengendalian napas sangat signifikan dalam menjalani kehidupan. Setiap orang harus mampu mengatur pernapasan guna meningkatkan kinerja fisik dan mental. Keterampilan ini umumnya digunakan dalam berbagai aktivitas seperti bernyanyi, olahraga, zikir dan berbicara di depan umum (public Speaking).
Dengan menguasai pengendalian napas, individu dapat mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan daya tahan dan fokus, serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. (az).



