WASPADALAH..........‼️😨 Sehat itu mahal, apalagi sakit. Pasalnya, ketika sudah sakit, biaya pengobatan, waktu, dan energi yang dikeluarkan bisa sangat besar, menguras tabungan, dan membuat aktivitas harian terhenti. Maka dari itu, menjaga kesehatan mulai hari ini adalah investasi yang tak ternilai.
Seiring dengan itu, Anda juga perlu memahami bahwa inflasi kesehatan merupakan realitas yang tidak dapat diabaikan. Dalam hal ini, informasi tentang peningkatan biaya layanan kesehatan menjadi makin penting untuk diketahui, sehingga Anda bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan tubuh.
Pentingnya menjaga kesehatan menjadi makin nyata ketika memasuki musim pancaroba. Perubahan cuaca dan lingkungan memberikan tantangan ekstra bagi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, memahami bagaimana cara menjaga kesehatan pada musim pancaroba menjadi krusial untuk mencegah berbagai penyakit yang mungkin muncul akibat perubahan tersebut. Kalau begitu, yuk simak Cara Menjaga Kesehatan dengan ramuan herbal warisan leluhur Nusantara.
Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan jamu sebagai obat tradisional dan ramuan kesehatan secara turun-temurun selama berabad-abad. Tradisi ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, dengan bukti sejarah yang menunjukkan penggunaannya telah ada sejak ribuan tahun lalu.
Informasi tentang khasiat tanaman herbal dan jamu dapat diperoleh dari berbagai sumber terpercaya, seperti situs kesehatan (MDA Care Hotline, Halodoc, Hello Sehat), jurnal ilmiah, serta publikasi resmi dari kementerian terkait seperti Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan (BPOM RI) dan situs Kementerian Kesehatan (ayosehat.kemkes.go.id).
Jamu dan minuman herbal berbahan jahe, kunyit, kencur, dan temulawak sangat efektif merawat kesehatan saat pancaroba. Ramuan ini meningkatkan imun, meredakan flu, dan menghangatkan tubuh. Contoh racikan andalan meliputi wedang jahe madu, kunyit asam, bajigur, dan rebusan serai-lemon untuk melawan bakteri serta virus.
Cara meracik jamu tradisional sangat lah mudah. Hanya melibatkan pembersihan rimpang (jahe, kunyit, kencur), penghalusan (diparut/diblender/ditumbuk), perebusan dengan air, serta penambahan gula merah/madu dan asam jawa. Gunakan panci tanah liat atau stainless steel untuk merebus. Jamu siap saring setelah airnya menyusut dan bumbu meresap.
Aturan minum jamu bervariasi, tapi umumnya, untuk menjaga kesehatan bisa 1-2 kali sehari, lebih baik sebelum makan kecuali perut sensitif (setelah makan), dan hindari berlebihan (maksimal 4 gelas/hari untuk jamu segar).
Namun sayangnya jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif belum sepenuhnya digarap. Padahal di Indonesia terdapat sekitar 18.000 jenis jamu dan lebih dari 600.000 ragam kuliner tradisional.
Apalagi, jamu merupakan sebuah lanskap pengetahuan lokal yang mencerminkan jati diri bangsa. Bahkan, di balik angka-angka tersebut tersimpan peluang besar untuk kesehatan masyarakat dan daya saing ekonomi berbasis budaya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Rumah Sehat Al-Hikmah mengkampanyekan pentingnya merawat kesehatan pakai jamu. Seiring dengan itu, kita pun mendorong pemerintah agar lebih serius dalam pengembangan obat herbal.
Menjadikannya satu prioritas dalam transformasi sistem pelayanan kesehatan nasional dan upaya mencapai kemandirian bahan baku obat. Kekayaan biodiversitas Indonesia yang sangat besar menjadikan pengembangan ini sebagai potensi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku obat impor. (az)



