-->
logo

MENCARI SARANG ANGIN Di BAWAH POHON MANGGA: Bertemu Tapak Bangau dan Inti Kangkung

Hot News

Hotline

MENCARI SARANG ANGIN Di BAWAH POHON MANGGA: Bertemu Tapak Bangau dan Inti Kangkung



Siang itu,  ba'da Dhzuhur, sekitar jam 13.00. Udara terasa cukup panas karena kombinasi posisi semu Matahari di utara ekuator, minimnya awan yang membuat sinar matahari lebih optimal, dan pengaruh angin Monsun Australia yang membawa udara kering, membuat suhu terasa terik terutama di siang hari. 

Makanya BMKG menyarankan untuk menghindari aktivitas luar ruangan saat puncak panas dan gunakan pakaian longgar untuk menjaga kesehatan.  

Namun apa daya, demi terwujudnya bangunan rumah yang dicita-citakan, mau tak mau harus kulakoni menekuk besi di bawah pohon mangga. Pasalnya besi baja 8 dan 12 inc ini harus dirangkai menjadi cakar ayam, rangka pondasi, tiang dan ring balok. 

Karuan saja sengatan matahari pun harus dinikmati. Sekalipun keringat mengucur dengan deras. Tetes demi tetes mengalir membasahi tubuh. Namun pantang mengeluh. 

Terik sang mentari memapar bumi. Membakar jiwa yang lelah terhimpit. Namun di balik panas yang menyengat. Ada semangat yang terus membara. 

Terik sang mentari bukanlah siksaan. Namun sebuah tantangan yang harus dihadapi. Dalam setiap titik panasnya, tersimpan makna. Bahwa hidup tak selamanya mudah, tapi ada keindahan dalam perjuangan. 

Saat itulah  aku teringat Pesan para Guru Mursyid. Beliau berkata,  "Wong Urip Iku Urup, Golekana Kayu Gung Susuhing Angin, Tapak'e Kuntul Nglayang, 
Golekana galihing kangkung.”  

(Hidup itu Nyala, Haruslah Mencari Kayu Agung Tempat Angin Bersarang, Jejak Kaki Burung Bangau Terbang dan Inti Batang Kangkung) 

"HIDUP itu NYALA", maknanya adalah hidup harus memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar, tidak hanya untuk diri sendiri; ibarat api yang menyala untuk memberi kehangatan dan penerangan, 

Lalu bagaimana mencari Sarang Angin. Apakah ada di bawah pohon Mangga? 

Padahal angin itu sendiri tidak kasat mata. Lalu di mana akan dicari jejak bangau yang terbang di angkasa. Apalagi mencari inti batang kangkung. Bukankah di tengah batang kangkung itu lobang yang kosong, di mana intinya. 

“Ya memang tak kasat mata, tapi tidak mustahil diwujudkan,” seperti membaca pikiranku, beliau berkata begitu. Beliau menerangkan untuk mencari galih kangkung diperlukan lelaku sampai pada suasana suwung (kosong) sehingga bisa mencapai dunung (mengerti dan merasakan). Kalau sedang kosong akan ada isi yang bertempat di situ, hanya tak kasat mata. 

Jadi, dalam hidup ini kita harus Mencari Hikmah dari misteri kehidupan, dan yang diperoleh juga tetap misteri... Tidak pandang bulu keturunan ningrat atau bukan! 

"CARILAH JEJAK KAKI BURUNG BANGAU YANG TERBANG." 

‎Maksudnya adalah mencari jati diri yang suci dari lubuk hati yang paling dalam, dimana kejujuran, kebijaksanaan yg nyata dapat ditemukan, di sanalah manusia dapat mengerti tentang kehendak Allah tujuan hidup sesungguhnya.
‎"GOLEKANA GALIHING KANGKUNG."
‎Inti dalamnya batang kangkung itu hanya hampa, angin belaka. Kita manusia itu bisa hidup karena ada nafas, angin yang ditiupkan ke dalam diri kita. 

Kita berasal dari kehampaan dan akan kembali kepada yang mengisi kehidupan kita. 

Di alam semesta terdapat titik pusat, demikian pula diri manusia, titik pusat inilah yang dinyatakan sebagai telenging manah (pusat hati), disebut juga susuhing angin (sarang angin). 

Disebut sarang karena di titik itulah angin ngendok (bertelur). 
Istilah itu muncul karena burung membuat sarang untuk satu tujuan: bertelur dan membentuk kehidupan baru. 

Sebanding dengan itu, di susuhing angin inilah kehidupan baru manusia selalu terbentuk. Kehidupan baru itu bermula dari angin yang dihirup manusia melalui napas. 

Leluhur Nusantara menyebut manusia sebagai Titik Pusatnya berada di Telenging Manah (pusat hati), yang disebut juga sebagai Susuhing Angin. Di sanalah Alllah bersemayam. "Qalbu Mukmin Baitullah." (Hadits Qudsy). 

Makanya, Perjalanan Sejati bagi Manusia Nusantara adalah perjalanan ke dalam diri, untuk bisa jumbuh dengan Gusti Allah, Sang Guru Sejati. Wallahua'lam. (az)

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.