Alhamdulillah 🙏 Dibalik kebingungan dan kekecewaan masyarakat dalam menyikapi berbagai keputusan dan tindakan pemerintah yang sering membingungkan dalam mengatasi kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja,
Terpancar suatu Sinar Ilham yang mengingatkan, “The Power of Surrender: “Finding Success in Surrender!”
KEKUATAN BERSERAH DIRI :
Dapatkan Sukses dalam Berserah Diri, Adalah kalimat yang sangat populer di kalangan para Ikhwan/Akhwat Pengajian Tawakal yang didirikan oleh Allahyarham Bapak Sesepuh H. Permana Sasrarogawa.
Beliau senantiasa mengingatkan pentingnya kita Pasrah Diri dan Menyerahkan Segala Problematika Kehidupan kita kepada Allah.
Saudaraku❤️ Setiap orang dari kita, pada suatu titik tertentu dalam kehidupan kita, mungkin akan menghadapi situasi yang mengguncang fondasi SIAPA DIRI kita dan apa yang kita pikir dapat kita tanggung - sesuatu yang mendorong kita melewati batas kita.
Kadang-kadang ini adalah situasi yang sudah lama kita alami bersama dan kadang-kadang itu adalah peristiwa yang tiba-tiba yang membuat kita kewalahan dan strategi koping kita yang biasa tidak berguna.
Semoga dalam menghadapi kesulitan ekonomi saat ini, kita sebagai rakyat jelata semakin MENYADARI adanya suatu KEKUATAN di luar NALAR dan KEMAMPUAN kita, sehingga kita harus “BERSERAH DIRI” pada KEKUATAN tersebut.
Dalam budaya Budaya Nusantara yang berazaskan Nilai-nilai Spiritual, PASRAH DIRI adalah suatu Konsepsi Hidup yang Luhur. Sudah sejak masa lampau Nenek Moyang kita telah mengajarkan konsep “Nrimo ing Pangdum”.
Nrimo artinya menerima, sedangkan Pandum artinya pemberian. Jadi, Nrimo ing Pandum memiliki arti menerima segala pemberian apa adanya dari Yang Maha Kuasa tanpa menuntut yang lebih dari itu.
Namun sayangnya, selama ini, mungkin kebanyakan dari kita, entah DISADARI atau tidak, justru menghindari “INTERVENSI” Kekuatan Yang Lebih Tinggi dalam kehidupan, Bisnis dan Gerakan Politiknya.
Mereka seakan tidak mau masalahnya di “TAKE OVER” (diambil alih) oleh Kekuatan Langit, mungkin karena hal itu dianggap menyerahkan wilayah hidup mereka yang ingin mereka kendalikan.
Padahal selama ini pun, kita tidak bisa mengendalikan sebagian besar kehidupan, jadi mengapa tidak berhenti mencoba dan menikmati pengambil-alihan oleh Allah. Sehinga kita akan merasakan bahwa menjalani kehidupan yang telah Allah rencanakan bagi kita adalah yang terbaik untuk kita. (QS. Al-Baqarah : 112).
Karena itulah kita perlu mengibarkan bendera putih PENYERAHAN DIRI pada-Nya. MENYERAH, sesungguhnya adalah keputusan paling tepat dan menyenangkan dalam hidup kita. Pasalnya, Kekuatan itu, justru Terletak pada Kemampuan Berserah Diri.
PENYERAHAN manusia kepada Penciptanya adalah INTI dari ISLAM. Inilah Hakekat Tauhid yang Sejati. Pasalnya, saat kita Berserah Diri kepada Allah mengalami kondisi "Manunggaling Kawulo Gusti." Kita Menyatu dalam Kehendak Allah. Pada saat itu Allah memberi kita Pencerahan Ilahiyah (Illumination).
Berkat Pencerahan itulah "Quwwatul Insaniyah" (Kekuatan Diri) kita bangkit. Kita pun BERTRANSFORMASI menjadi manusia baru. Manusia Tercerahkan (Enlightened Man) yang Cerdas Akal dan Tajam pandangan batin serta Strategis dan Tangkas dalam bertindak.
Pada intinya, orang yang tercerahkan hidup "dalam cahaya," mengalami kehidupan dengan kebijaksanaan mendalam dan hubungan universal, alih-alih terperangkap oleh ketidaktahuan atau ego.
Nah, jika Anda ingin meningkatkan KUALITAS KEHIDUPAN hidup menjadi lebih INDAH, maka kuncinya adalah menyerahkan hidup Anda ke tangan Allah yang sangat mencintai Anda. Menyerahlah kepada Allah dan dia akan melakukan semua hal untuk Anda. (Ath-Thalaq/65 : 3).🙏❤🚀



